Langsung ke konten utama

Seberapa Banyak Makanan yang Terbuang di Dunia ini?

sering banget kalo kita laper ngambil makanan langsung banyak, padahal pas di makan ujung - ujung gak kuat. akhirnya makanan lezat itu pun berakhir di tong sampah.dan mungkin skenario ini lah yang terus terjadi di tiap restoran, supermarket, hingga acara kondangan tetangga kita. pertanyaannya, seberapa banyak kah makanan yang terbuang sia - sia di dunia ini?

menurut seorang sosiolog dari amerika, untuk dapat hidup, manusia setidaknya harus memenuhi 3 kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan.

tapi ternyata mulai dari zaman manusia masih membangun peradaban awal - awal sampai sekarang udah bisa nonton video dangdut diinternet, 3 kebutuhan ini masih menjadi permasalahan yang masih belum bisa di selesaikan.

faktanya, sekarang masih ada 815 juta orang yang sedang kelaparan didunia. mulai dari negara - negara di afrika, timur tengah, dan bahkan dinegara kita sendiri. percaya atau tidak, ternyata dunia tidak kekurangan makanan seperti yang kita kira bahkan bisa dikatakan berlebihan. faktanya, 1/3 dari suplai makanan di dunia akan berakhir di tempat sampah. padahal semuanya itu adalah makanan lezat yang layak untuk dikonsumsi. dan ternyata makanan yang dibuang ini cukup untuk memberi makan 3 miliar orang sekaligus.

menurut FAO, makanan 'yang terbuang' ini terbuang saat kita melakukan proses produksi, panen dan penyimpanan. dan juga saat kita mengolah, mengirim, dan mengonsumsi.

kabar buruknya, selain kita membuang - buang makanan yang sebetulnya masih bisa dimakan untuk orang - orang yang kelaparan, sisa makanan kita juga berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca diatmosfer ketika membusuk.

jadi, kalau kita makan mungkin kita harus berpikir berkali - kali dulu untuk menakar porsi yang bisa kita habiskan, karena makanan kita bukan hanya untuk kita saja tapi juga untuk teman - teman kita yang sedang dilanda kelaparan dan juga untuk bumi kita.



sumber : youtube channel kok bisa ?
https://www.youtube.com/watch?v=Ct5f7RUzOyc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Benda Purba?

Coba tebak, sudah berapa lama Sultan Jogjakarta yang pertama meninggal? Jawabannya mudah. Kita kurangkan saja tanggal hari ini dengan tanggal kematian sang sultan. Tapi, bagaimana kalau kita ditanya, sudah berapa lama Firaun Mesir yang pertama meninggal? Atau, sudah berapa lama kucing kesayangannya meninggal? Pertanyaan semacam ini, tampaknya selalu bisa dijawab oleh para peneliti benda purba. Buktinya, setiap peninggalan bersejarah yang kita lihat di museum selalu ada keterangan umurnya. Namun seperti pertanyaan ini, pernahkah kalian penasaran, bagaimana para peneliti bisa tahu umur mumi, prasasti, atau benda-benda purba lainnya? Padahal, mereka jelas belum lahir pada zaman itu. Apakah mereka cuma asal tebak? Atau jangan-jangan, para peneliti ini diam-diam punya mesin waktu? Ternyata, pengukuran umur benda purba bisa dilakukan secara ilmiah tanpa perlu time-travel, yaitu dengan teknik dating. Bukan… Bukan dating yang itu, tapi dating yang lainnya. Teknik dating benda purba sendiri...

perbedaan animasi 4D dan 5D

Animasi 4D  Tidak berbeda jauh dengan format 3D, hanya saja efek dari film 4D ini, bukan hanya gambarnya saja yang keluar, melainkan ada getaran-getaran atau efek-efek nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyipratkannya ke wajah kita, atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, memang unik dan mengasyikan tetapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja, melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yang menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya, termasuk AC yang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin saat adegan salju, dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir. Dan format film ini pun harus diputar pada bioskop-bioskop khusus saja. Sedangkan animasi 5D sebenarnya di beberapa negara eropa ada ne...

Apakah Teori Gravitasi dan Evolusi Hanya Sebuah “Teori”?

Kita tentunya sudah mengenal banyak teori, mulai dari teori evolusi sampai teori gravitasi. Tapi, masih banyak orang yang bilang bahwa teori itu, masih hanyalah sekedar teori.  Tetapi, apakah sebenarnya teori itu? Apakah mereka benar-benar hanya dalam tanda kutip “teori”? Pendeknya, teori dalam sains dan teori yang sering kita gunakan sehari-hari adalah hal yang berbeda. Dalam bidang sains, sebuah teori diawali dengan pengamatan terhadap sekeliling kita, yang diyakini benar, atau disebut sebagai fakta. Misalnya, kita tahu bahwa matahari itu selalu terbit dan terbenam. Dan biasanya kita sebagai manusia, selalu mencoba mencari penjelasan kenapa hal itu terjadi. Misalnya, kita menduga kalau itu terjadi karena matahari selalu bergerak mengelilingi bumi. Dugaan awal ini, disebut sebagai hipotesis. Tetapi hipotesis yang kita ajukan, harus dapat dites dan diuji kembali, untuk dicari tahu kebenarannya. Misalnya, jawaban kita tadi akhirnya diuji, dan ternyata terbukti salah besar, nam...