Langsung ke konten utama

Game Development : Anvil Engine

Engine (Software) yang dipakai dalam membuat Game.
Tau Ubisoft tapi pernah denger Anvil Engine gak. Nah engine ini juga Ubisoft gun. Game Ubisoft yang menggunakan Engine ini pastinya Assasins Creed (game favorit saya). Engine ini sangatlah canggih karena pencahayaan yang menjanjikan , AI atau musuh yang cerdas , lingkungan yang real seperti kehidupan nyata dan pastinya butuh spek PC yang cukup tinggi.

AnvilNext menambahkan teknologi dari Far Cry 4 untuk mendukung lingkungan sandbox yang lebih dinamis dan teknologi air yang baru, di mana dunia game bisa berubah dari waktu ke waktu tergantung pada tindakan pemain dan perkembangan. Ini berarti permukiman musuh di darat maupun laut mungkin akan muncul / hilang yang berkaitan dengan peristiwa dalam permainan, dan efek air dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada digame AnvilNext juga dilengkapi ditingkatkan AI untuk karakter non-playable. Selanjutnya, sistem Global Illumination sekarang lebih realistis dengan penambahan teknologi volumetrik, objek fisika yang bereaksi lebih realistis, di lingkungan, dan pada karakter lain. Interior bangunan yang dapat diakses tanpa loading layar, dan banyak tambahan lain yang meningkatkan kualitas visual, dan gameplay.

kalau engine biasanya menggunakan bahasa c++ maka ubisoft akan menggunakan C# untuk yang satu ini.
Keunggulan nya juga banyak yaitu maps yang reflektif . cuaca nya dinamis . kabut yang sangat nyata . dan beberapa tumbuhan dinamis yang juga mirip aslinya.

Anvil Engine juga mampu memproses A.I Script dalam jumlah banyak yang berada di sebuah ruang lingkup dunia open world. Developer Ubisoft Montreal berusaha untuk meningkatkan lagi kualitas grafik engine ini.


sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/58f46d0960e24b5b398b4567/engine-software-yang-dipakai-dalam-membuat-game/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Benda Purba?

Coba tebak, sudah berapa lama Sultan Jogjakarta yang pertama meninggal? Jawabannya mudah. Kita kurangkan saja tanggal hari ini dengan tanggal kematian sang sultan. Tapi, bagaimana kalau kita ditanya, sudah berapa lama Firaun Mesir yang pertama meninggal? Atau, sudah berapa lama kucing kesayangannya meninggal? Pertanyaan semacam ini, tampaknya selalu bisa dijawab oleh para peneliti benda purba. Buktinya, setiap peninggalan bersejarah yang kita lihat di museum selalu ada keterangan umurnya. Namun seperti pertanyaan ini, pernahkah kalian penasaran, bagaimana para peneliti bisa tahu umur mumi, prasasti, atau benda-benda purba lainnya? Padahal, mereka jelas belum lahir pada zaman itu. Apakah mereka cuma asal tebak? Atau jangan-jangan, para peneliti ini diam-diam punya mesin waktu? Ternyata, pengukuran umur benda purba bisa dilakukan secara ilmiah tanpa perlu time-travel, yaitu dengan teknik dating. Bukan… Bukan dating yang itu, tapi dating yang lainnya. Teknik dating benda purba sendiri...

perbedaan animasi 4D dan 5D

Animasi 4D  Tidak berbeda jauh dengan format 3D, hanya saja efek dari film 4D ini, bukan hanya gambarnya saja yang keluar, melainkan ada getaran-getaran atau efek-efek nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyipratkannya ke wajah kita, atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, memang unik dan mengasyikan tetapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja, melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yang menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya, termasuk AC yang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin saat adegan salju, dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir. Dan format film ini pun harus diputar pada bioskop-bioskop khusus saja. Sedangkan animasi 5D sebenarnya di beberapa negara eropa ada ne...

Apakah Teori Gravitasi dan Evolusi Hanya Sebuah “Teori”?

Kita tentunya sudah mengenal banyak teori, mulai dari teori evolusi sampai teori gravitasi. Tapi, masih banyak orang yang bilang bahwa teori itu, masih hanyalah sekedar teori.  Tetapi, apakah sebenarnya teori itu? Apakah mereka benar-benar hanya dalam tanda kutip “teori”? Pendeknya, teori dalam sains dan teori yang sering kita gunakan sehari-hari adalah hal yang berbeda. Dalam bidang sains, sebuah teori diawali dengan pengamatan terhadap sekeliling kita, yang diyakini benar, atau disebut sebagai fakta. Misalnya, kita tahu bahwa matahari itu selalu terbit dan terbenam. Dan biasanya kita sebagai manusia, selalu mencoba mencari penjelasan kenapa hal itu terjadi. Misalnya, kita menduga kalau itu terjadi karena matahari selalu bergerak mengelilingi bumi. Dugaan awal ini, disebut sebagai hipotesis. Tetapi hipotesis yang kita ajukan, harus dapat dites dan diuji kembali, untuk dicari tahu kebenarannya. Misalnya, jawaban kita tadi akhirnya diuji, dan ternyata terbukti salah besar, nam...