Langsung ke konten utama

Kenapa Belum Terjadi Perang Dunia Ketiga Sampai Sekarang?

Kalau kita ngeliat berita, kadang-kadang dunia kayaknya udah mau kiamat. Lalu satu pertanyaan: Dunia kita udah berkali-kali ngelewatin kejadian hampir kiamat, tapi kenapa ngga kiamat-kiamat!?

Mungkin kiamat perang dunia 3 ngga dateng-dateng karena faktanya, dunia emang semakin damai. Jadi, kalo dibandingin, emang kita sekarang ngga ngerasain apa yang dialamin nenek-kakek kita dulu. Lalu, apa penyebabnya? Kenapa dunia kita makin damai? Bukan makin mendekati kiamat?

Meskipun banyak banget kemungkinan penyebabnya, tapi ini beberapanya. Contohnya ya senjata mematikan ini. Kalau sampai terjadi peperangan dengan bom nuklir, semua pihak tahu ngga bakal ada yang selamat darinya. Terus, karena jaman sekarang perdagangan dunia juga udah makin hipster, adanya perang, apalagi perang dunia, justru malah akan bikin kerugian yang sangat besar dan merusak. Itu yang bikin orang ngga mau perang-perangan lagi. Daaaan masih banyak lagi yang bisa dibahas jadi satu video sendiri lagi.

Tapi, emang meskipun media massa yang lebay, dunia faktanya makin adem ayem dan toleran. Itupun sebetulnya semua penyebabnya ngga lepas dari komitmen dan usaha perdamaian dunia dari negara-negara yang tergabung dalam PBB, biar ngga ada lagi kekejaman dan kekerasan seenak jidatnya terjadi di dunia (v.c lahirnya HAM universal). Yang didorong oleh banyak tokoh dunia dalam berjuang untuk keadilan ini… Termasuk juga di Indonesia… Meskipun… Banyak dari mereka akhirnya dipenjara dan dibunuh.

Oke, pastinya dunia masih bisa kiamat kalo ada orang yang salah mencet sesuatu. Tapi dari episode ini, kita tahu semakin ngga mungkin perang dunia terjadi kalo semua orang makin aktif mendukung perdamaian dunia. Ya, lalu, selama Korea Utara ngga berusaha melenyapkan kebebasan untuk makan bakso karena itu adalah hak paling dasar kita hidup, dunia kita pun, pasti masih bisa hidup tenang dan damai, dalam keberagaman dan kebersamaan. Dan seperti biasa, terima kasih.

sumber : https://kokbisachannel.wordpress.com/2017/12/01/kenapa-belum-terjadi-perang-dunia-ketiga-sampai-sekarang/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Benda Purba?

Coba tebak, sudah berapa lama Sultan Jogjakarta yang pertama meninggal? Jawabannya mudah. Kita kurangkan saja tanggal hari ini dengan tanggal kematian sang sultan. Tapi, bagaimana kalau kita ditanya, sudah berapa lama Firaun Mesir yang pertama meninggal? Atau, sudah berapa lama kucing kesayangannya meninggal? Pertanyaan semacam ini, tampaknya selalu bisa dijawab oleh para peneliti benda purba. Buktinya, setiap peninggalan bersejarah yang kita lihat di museum selalu ada keterangan umurnya. Namun seperti pertanyaan ini, pernahkah kalian penasaran, bagaimana para peneliti bisa tahu umur mumi, prasasti, atau benda-benda purba lainnya? Padahal, mereka jelas belum lahir pada zaman itu. Apakah mereka cuma asal tebak? Atau jangan-jangan, para peneliti ini diam-diam punya mesin waktu? Ternyata, pengukuran umur benda purba bisa dilakukan secara ilmiah tanpa perlu time-travel, yaitu dengan teknik dating. Bukan… Bukan dating yang itu, tapi dating yang lainnya. Teknik dating benda purba sendiri...

perbedaan animasi 4D dan 5D

Animasi 4D  Tidak berbeda jauh dengan format 3D, hanya saja efek dari film 4D ini, bukan hanya gambarnya saja yang keluar, melainkan ada getaran-getaran atau efek-efek nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyipratkannya ke wajah kita, atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, memang unik dan mengasyikan tetapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja, melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yang menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya, termasuk AC yang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin saat adegan salju, dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir. Dan format film ini pun harus diputar pada bioskop-bioskop khusus saja. Sedangkan animasi 5D sebenarnya di beberapa negara eropa ada ne...

Apakah Teori Gravitasi dan Evolusi Hanya Sebuah “Teori”?

Kita tentunya sudah mengenal banyak teori, mulai dari teori evolusi sampai teori gravitasi. Tapi, masih banyak orang yang bilang bahwa teori itu, masih hanyalah sekedar teori.  Tetapi, apakah sebenarnya teori itu? Apakah mereka benar-benar hanya dalam tanda kutip “teori”? Pendeknya, teori dalam sains dan teori yang sering kita gunakan sehari-hari adalah hal yang berbeda. Dalam bidang sains, sebuah teori diawali dengan pengamatan terhadap sekeliling kita, yang diyakini benar, atau disebut sebagai fakta. Misalnya, kita tahu bahwa matahari itu selalu terbit dan terbenam. Dan biasanya kita sebagai manusia, selalu mencoba mencari penjelasan kenapa hal itu terjadi. Misalnya, kita menduga kalau itu terjadi karena matahari selalu bergerak mengelilingi bumi. Dugaan awal ini, disebut sebagai hipotesis. Tetapi hipotesis yang kita ajukan, harus dapat dites dan diuji kembali, untuk dicari tahu kebenarannya. Misalnya, jawaban kita tadi akhirnya diuji, dan ternyata terbukti salah besar, nam...